Penyebab Tidak Lolos Wawancara Kerja yang Sering Dilupakan

Penyebab Tidak Lolos Wawancara Kerja yang Sering Dilupakan.

Tidak diloloskan di tahapan wawancara kerja tentu mengecewakan kandidat karyawan. Penyebabnya bisa beragam. Mulai dari kurang persiapan, tidak sesuai kriteria yang dibutuhkan, hingga salah dalam memberikan jawaban.

Namun, tidak sedikit kandidat karyawan yang masih gagal meskipun sudah mempersiapkan diri dengan baik. Jawaban tepat yang diberikan saat wawancara juga tidak bisa membuat mereka lolos ke tahapan seleksi berikutnya. Lalu, apa sih sebenarnya penyebab kandidat karyawan tidak lolos wawancara kerja? Nah, kalau kamu mau tahu, berikut ini beberapa alasan lain mengapa pewawancara tidak meloloskan kandidat karyawannya.

 

Tidak Lolos Wawancara Kerja Gara-Gara Cara Menjawab yang Tidak Meyakinkan

Pewawancara bukan hanya menantikan jawaban yang benar dari kandidat karyawan. Lebih dari itu, cara menjawab yang meyakinkan juga berpengaruh pada lolos atau tidaknya kandidat. Kalau dalam setiap menjawab pertanyaan kamu tidak menunjukkan greget, pewawancara akan mudah menutup kesempatanmu untuk lolos.

Agar bisa meyakinkan, tunjukkan semangat saat menjalani wawancara. Kamu juga harus percaya diri saat memberikan jawaban, serta percaya diri dengan jawaban yang diberikan. Dengan begini, pewawancara akan lebih tertarik mendengar jawaban-jawaban yang kamu berikan.

Nggak Niat alias Tidak Memiliki Motivasi

Pewawancara: “Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan ini?”
Kandidat karyawan: “Maaf saya kurang tahu, perusahaan ini bergerak di bidang apa ya Pak/Bu?”

Pewawancara: “Apa yang kamu ketahui tentang job-desc dari posisi yang ditawarkan?”
Kandidat karyawan: “Saya belum tahu pak, saya kan fresh graduate” Arika 

Beberapa jawaban di atas menunjukkan kandidat karyawan tidak punya tekad dan motivasi untuk bekerja. Kurang motivasi akan memberikan kesan yang negatif bagi pewawancara. Kalau sudah begini, kesempatan untuk lolos tentunya sangat kecil.

Ada baiknya kamu melakukan riset tentang perusahaan dan job-desc yang dilamar sebelum menjalani wawancara. Ini menunjukkan kamu punya tekad dan motivasi untuk bekerja.

Baca Juga: Pengtingnya Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Baru Bertumbuh 

Tidak Konsisten Saat Wawancara Kerja

Sebelum melakukan wawancara, tidak jarang perusahaan mengadakan psikotes untuk mengetahui karakter atau profil kandidat karyawan. Jika diketahui jawaban wawancara dan hasil psikotes tidak sejalan, kemungkinan besar kandidat tidak akan diloloskan.

Oleh karenanya, jika kamu harus menjalani psikotes sebelum wawancara, cobalah untuk menjawab pertanyaan psikotes dengan baik dan jujur. Hal ini untuk mencegah terjadinya inkonsistensi seperti diatas.

 

Tidak Culture Fit

Kalau semua jawaban yang diberikan tepat dan cara menjawab kamu sudah meyakinkan, selanjutnya pewawancara akan menyesuaikan karakter, kepribadian dan budaya kerjamu dengan budaya kerja perusahaan. Kandidat yang budaya kerjanya tidak sejalan dengan budaya kerja perusahaan umumnya akan dipertimbangkan untuk diloloskan.

Oleh karenanya, cobalah untuk memahami budaya kerja perusahaan sebelum menjalani wawancara. Sehingga kamu bisa menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan culture-fit dengan baik dan benar.

 

User Juga Menentukan

Kamu mungkin sudah dianggap lolos wawancara kerja. Tapi, bukan berarti kamu sudah langsung diterima bekerja lho. Pewawancara akan melanjutkan proses rekrutemen ke tahapan user. Dalam hal ini user bisa saja menerima dua kandidat karyawan atau lebih. Kalau kamu tidak diterima, itu berarti ada kandidat lain yang dianggap lebih baik.

Itulah beberapa penyebab mengapa kandidat tidak lolos wawancara kerja. Sayangnya, tidak banyak kandidat karyawan yang menyadarinya. Kalau kamu gagal dalam proses wawancara atau wawancara user, jangan berkecil hati. Move on dan jangan berhenti melamar di perusahaan lainnya.

Baca Juga: 5 Soft Skills Penting Perlu Ada di CV

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x